Keluhan Syaraf kejepit



Saraf terjepit adalah gangguan saraf yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti usia, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi medis tertentu. Kondisi yang dikenal juga sebagai kecetit ini membutuhkan penanganan medis secara tepat untuk menghindari risiko kerusakan permanen pada saraf. Mari simak informasi selengkapnya mengenai saraf terjepit*https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-saraf-terjepit


Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf menerima tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya. Akibatnya, muncul nyeri yang tidak tertahankan, baik saat beraktivitas maupun beristirahat. Saraf kejepit yang ringan umumnya akan membaik dengan sendirinya maupun dengan terapi rutin. Namun, saraf kejepit yang parah perlu ditangani dengan tindakan operasi.

Karena saraf menjalar di seluruh bagian tubuh, saraf kejepit bisa terjadi di bagian tubuh mana pun. Umumnya, saraf kejepit akan menyebabkan nyeri hebat atau kebas ketika berada di posisi tertentu, seperti membungkuk.

Keluhan saraf kejepit yang bisa mereda dengan sendirinya setelah beberapa saat biasanya akan dianggap sebagai nyeri biasa. Padahal, bila tidak segera ditangani, kondisi saraf kejepit bisa makin parah, bahkan memicu cedera atau peradangan permanen pada saraf.

Gejala Saraf Kejepit

Saraf kejepit sering kali dianggap sebagai nyeri sendi biasa. Namun, ada beberapa gejala khas atau ciri-ciri dari saraf kejepit, antara lain:

  • Mati rasa atau berkurangnya sensasi di area yang dilalui oleh saraf
  • Munculnya rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar
  • Kesemutan
  • Otot terasa lemah
  • Kaki dan tangan sering sulit digerakkan

Berbagai gejala saraf kejepit ini dapat memburuk saat Anda tertidur. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika gejala di atas berlangsung selama beberapa hari dan tak kunjung sembuh meski sudah beristirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri.


Penyebab Terjadinya Saraf Kejepit


Beberapa posisi tubuh dapat meningkatkan tekanan di sekitar saraf sehingga dapat menyebabkan saraf kejepit, seperti menopang kepala menggunakan tangan dengan siku sebagai tumpuan atau kebiasaan menyilangkan kaki dalam waktu lama. 
Cedera, memar, atau kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan juga bisa memicu terjadinya saraf kejepit.
Usia. 
Kelenturan bantalan tulang belakang akan berkurang seiring bertambahnya usia sehingga meningkatkan risiko terjadinya saraf terjepit pada lansia.
Obesitas atau berat badan berlebih.
Radang sendi.
Cedera akibat olahraga terlalu berat atau terjatuh.
Mengangkat beban berat dengan posisi yang kurang tepat.
Jarang bergerak atau berolahraga.
Melakukan kegiatan secara berulang atau berlebihan, seperti membungkuk.


Selain itu, ada beberapa kondisi kesehatan yang juga dapat menyebabkan saraf kejepit, di antaranya:
  • Herniasi diskus, yaitu kondisi yang terjadi akibat bantalan tulang belakang bergeser dari tempat yang seharusnya
  • Rheumatoid arthritis atau peradangan pada sendi
  • Stenosis spinal, yaitu penyempitan yang tidak normal pada tulang belakang
  • Carpal tunnel syndrome, yaitu ketika saraf di pergelangan tangan tertekan
Selain karena cedera dan kondisi kesehatan di atas, saraf kejepit juga lebih mungkin dialami oleh orang dengan kondisi berikut:

  • Wanita, karena memiliki tulang jari dan telapak tangan yang lebih kecil
  • Orang yang sering menggunakan pergelangan tangan atau bahunya secara berulang
  • Orang yang mengalami kegemukan dan edema
  • Penderita penyakit terkait kelenjar tiroid, seperti hipotiroidisme
  • Ibu hamil
  • Penderita diabetes
  • Orang yang sering berbaring dalam waktu yang lama

referensi : 
https://www.alodokter.com/sakit-di-persendian-bisa-disebabkan-syaraf-kejepit
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-saraf-terjepit


SOLUSI ?
salah satu solusinya terapi dan minum herbal yang tepat
silakan terapi secara tradisioan denga metode PAZ atau yga lain 

Komentar